Tampilkan postingan dengan label SDM (Sejarah Dunia Modern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SDM (Sejarah Dunia Modern. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Revolusi Senjata Nuklir

Ini Adalah Rangkuman materi tentang Revolusi senjata Nuklir


Kronologi
       Penemuan radioaktivitas oleh H. Becquerel (1896)
       Hukum kesetaraan massa-energi oleh Einstein (1905)
       Struktur atom oleh Niels Bohr
       Pemecahan atom oleh Rutherford
       Penemuan netron oleh Chadwick (1934)
       Penemuan atom uranium dengan netron (1938)
       Pembelahan uranium oleh Lisa Milner
       Penemuan reaksi berantai nuklir oleh E. Permi

Konsep Senjata Nuklir
        Nuclear Fission : Reaksi nuklir di mana inti atom terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, meliputi neutron bebas, proton bebas dan inti atom baru.
       Nuclear Fusion : Reaksi nuklir di mana dua inti atom menyatu dan membentuk satu inti atom baru yang lebih berat.
       Bom Atom (A-Bomb):  Adalah senjata nuklir yang menggunakan konsep fission. Biasanya menggunakan Uranium-235 Radiasi yang dihasilkan dapat bertahan sampai 200.000 tahun

Bom Hidrogen (H- Bomb)
       Adalah senjata nuklir yang menggunakan konsep fission- diperkuat fusion.
       Dapat menggunakan Uranium-235 atau Plutonium (yang diperoleh dari pemrosesan Uranium-238)
       Memiliki tingkat energi per massa yang lebih tinggi daripada Bom Atom

Bom Neutron
       Adalah senjata nuklir yang menggunakan konsep enhanced radiation weapon (ERW)
       Memiliki daya ledak yang lebih rendah daripada senjata nuklir biasa, namun memiliki daya radiasi yang lebih tinggi
       Penekanan daya radiasi pada ERW membuat senjata ini lebih merusak susunan biologis manusia
       Dikembangkan sebagai senjata anti- kru tank

Nuke-speak
       Serangan bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki menelan ratusan ribu korban jiwa.
       Puluhan ribu lainnya meninggal dalam rentang waktu sepuluh tahun kemudian akibat radiasi, kanker dan penyakit lainnya.
       Untuk menyamarkan kekuatan penghancur nuklir, pemerintah pengembang nuklir menggunakan bahasa eufimisme yang terkenal sebagai “Nuke-speak
       Efek ledakan nuklir: hempasan (50%), panas (35%), radiasi (15%)
       Tempat peledakan: diudara, dipermukaan tanah, laut
       Kekuatan nuklir dipercaya dapat menimbulkan Nuclear Deterrence, namun juga dapat menimbulkan MAD (Mutually Assured Destruction)

Alasan AS mengembangkan senjata nuklir:
       Khawatir terhadap Hitler yang akan mengembangkan senjata yang sama
       Surat Einstein kepada Roosevelt untuk membuat bom atom (Proyek Manhattan 1942)
       Ditemukan bom nuklir trinity 16 Juli 45, diledakkan di Alam Gordo dgn kapasitas 20 kilo ton TNT
       6 dan 9 Agustus 1945 di Hiroshima dan Nagasaki dijatuhkan bom atom jenis mercon dengan kekuatan/daya ledak 20 kilo ton TNT
       Mei 1951 ledakan termonuklir di Eniwetok Atoll (daerah Pasifik) 200 kilo ton
       Nopember 1952 di Elugelab Island sebesar 10 mega ton

AS memperkenalkan :
       1954 senjata ICBM (Intercontinental Ballistic Missile)
       1955 senjata IRBM (Intermediate-range Ballistic Misile)
       1956 senjata SLBM (Submarine Launched Ballistic Missile)

Uni Soviet :
       29 Agustus 1949 meledakkan nuklir berkekuatan 20 kilo ton di dekat Semipalatinsk di Asia Tengah
       Agustus 1953 sebesar 400 kilo ton
       Okt 1961 di Novaya Zemlya  sebesar 60 mega ton.

Proliferation dan non-proliferation

Proliferation
       Adalah istilah untuk menggambarkan penyebaran teknologi nuklir dan senjata nuklir ke negara-negara non “Nuclear Weapon States”
       Penyebaran teknologi dan senjata nuklir ditentang oleh banyak negara, baik pemilik nuklir maupun bukan, karena dikhawatirkan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya perang nuklir
       Ada empat negara selain “Nuclear Weapon States” yang teridentifikasi memiliki senjata nuklir : India, Pakistan, Korea Utara dan Israel

Nuclear Non- Proliferation Treaty (NPT)
       Pada bulan Juni 1968, Majelis Umum PBB meresmikan NPT melalui Resolusi 2373.
       Pada bulan Juli 1968, NPT terbuka untuk ditandatangani di Washington DC, London dan Moskow
       Pada bulan Maret 1970, NPT mengikat secara penuh
       Saat ini ada 189 negara yang menandatangani NPT.
       IAEA menjadi pengawas terlaksananya NPT, di satu sisi menjamin uranium, plutonium dan fasilitas-fasilitas nuklir lainnya dapat bermanfaat untuk kebutuhan sipil; di sisi lain mendeteksi perkembangan teknologi nuklir untuk kepentingan militer.

NPT : Non-Proliferation
  1. NWS sepakat untuk tidak mentransfer senjata nuklir atau peralatan militer nuklir lainnya
  2. NWS sepakat untuk tidak mendorong dan membantu NNWS untuk mengembangkan senjata nuklir
  3. NWS sepakat untuk tidak menggunakan senjata nuklir mereka pada NNWS, kecuali untuk merespon serangan nuklir
  4. NNWS sepakat untuk tidak menerima, membangun atau mendapatkan senjata nuklir
Perjanjian AS dan Soviet tentang nuklir:
       SALT I (Strategic Arms Limitation Talks) 26 Mei 1972 antara Richard Nixon dan Leonid Brezhnev.
       SALT II  24 Nopember 1979 antara Gerald Ford dan Leonid  Brezhnev.
       INF (Intermediate range Nuclear Force = rudal jarak sedang), 29 Mei – 2 Juni 1988.
       START (Strategic Arms Reduction Talks)  tahun 91-93, jumlah senjata nuklir diturunkan.

Perjanjian internasional mengenai senjata nuklir:
  1. Perjanjian Antartika (The Antartic Treaty), Jenewa 1 Des 1959
  2. Perjanjian Larangan Terbatas Percobaan Nuklir, (Treaty Banning Nuclear weapon Tests in the Atmosfir, in Outer Space and Under Water) 5 Agustus 1963
  3. Perjanjian Angkasa Luar, 27 Januari 67 “Treaty on Principles Governing the Activities of States in Exploration and Use of Outer Space, Including Moon and Other Celestical Bodies
  4. Perjanjian Tlatelolco atau “Treaty for the Prohibition of Nuclear Weapon in Latin America”, 14 Feb 67
  5. Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (Non-Proliferation of Nuclear Weapons Treaty =NPT), 1 Juni 68
  6. Perjanjian Dasar Laut, 11 Feb 71“Treaty on the Prohibition of Emplacement of Nuclear Weapons and Other Weapons of Mass Destruction on the Seabed, the Ocean Floor and in the Sub-soil There of