Ini Adalah Rangkuman materi tentang Revolusi senjata Nuklir
Kronologi
Kronologi
• Penemuan radioaktivitas oleh H.
Becquerel (1896)
• Hukum kesetaraan massa-energi oleh
Einstein (1905)
• Struktur atom oleh Niels Bohr
• Pemecahan atom oleh Rutherford
• Penemuan netron oleh Chadwick (1934)
• Penemuan atom uranium dengan netron
(1938)
• Pembelahan uranium oleh Lisa Milner
• Penemuan reaksi berantai nuklir oleh
E. Permi
Konsep Senjata Nuklir
• Nuclear Fission : Reaksi nuklir di mana
inti atom terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, meliputi neutron
bebas, proton bebas dan inti atom baru.
• Nuclear Fusion : Reaksi nuklir di mana dua inti
atom menyatu dan membentuk satu inti atom baru yang lebih berat.
• Bom Atom (A-Bomb):
Adalah senjata nuklir yang menggunakan konsep fission. Biasanya
menggunakan Uranium-235 Radiasi yang dihasilkan dapat bertahan sampai 200.000
tahun
Bom Hidrogen (H- Bomb)
• Adalah senjata nuklir yang
menggunakan konsep fission- diperkuat fusion.
• Dapat menggunakan Uranium-235 atau
Plutonium (yang diperoleh dari pemrosesan Uranium-238)
• Memiliki tingkat energi per massa
yang lebih tinggi daripada Bom Atom
Bom Neutron
• Adalah senjata nuklir yang
menggunakan konsep enhanced radiation weapon (ERW)
• Memiliki daya ledak yang lebih
rendah daripada senjata nuklir biasa, namun memiliki daya radiasi yang lebih
tinggi
• Penekanan daya radiasi pada ERW
membuat senjata ini lebih merusak susunan biologis manusia
• Dikembangkan sebagai senjata anti-
kru tank
Nuke-speak
• Serangan bom atom ke Hiroshima dan
Nagasaki menelan ratusan ribu korban jiwa.
• Puluhan ribu lainnya meninggal dalam
rentang waktu sepuluh tahun kemudian akibat radiasi, kanker dan penyakit
lainnya.
• Untuk menyamarkan kekuatan
penghancur nuklir, pemerintah pengembang nuklir menggunakan bahasa eufimisme
yang terkenal sebagai “Nuke-speak”
• Efek ledakan nuklir: hempasan (50%), panas (35%), radiasi
(15%)
• Tempat peledakan: diudara, dipermukaan tanah,
laut
• Kekuatan nuklir dipercaya dapat
menimbulkan Nuclear Deterrence, namun juga dapat menimbulkan MAD (Mutually
Assured Destruction)
Alasan AS mengembangkan senjata nuklir:
• Khawatir terhadap Hitler yang akan
mengembangkan senjata yang sama
• Surat Einstein kepada Roosevelt
untuk membuat bom atom (Proyek Manhattan 1942)
• Ditemukan bom nuklir trinity 16 Juli
45, diledakkan di Alam Gordo dgn kapasitas 20 kilo ton TNT
• 6 dan 9 Agustus 1945 di Hiroshima
dan Nagasaki dijatuhkan bom atom jenis mercon dengan kekuatan/daya ledak 20
kilo ton TNT
• Mei 1951 ledakan termonuklir di
Eniwetok Atoll (daerah Pasifik) 200 kilo ton
• Nopember 1952 di Elugelab Island
sebesar 10 mega ton
AS memperkenalkan :
• 1954 senjata ICBM (Intercontinental
Ballistic Missile)
• 1955 senjata IRBM (Intermediate-range
Ballistic Misile)
• 1956 senjata SLBM (Submarine
Launched Ballistic Missile)
Uni Soviet :
• 29 Agustus 1949 meledakkan nuklir
berkekuatan 20 kilo ton di dekat Semipalatinsk di Asia Tengah
• Agustus 1953 sebesar 400 kilo ton
• Okt 1961 di Novaya Zemlya sebesar 60 mega ton.
Proliferation dan non-proliferation
Proliferation
• Adalah istilah untuk menggambarkan
penyebaran teknologi nuklir dan senjata nuklir ke negara-negara non “Nuclear
Weapon States”
• Penyebaran teknologi dan senjata
nuklir ditentang oleh banyak negara, baik pemilik nuklir maupun bukan, karena
dikhawatirkan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya perang nuklir
• Ada empat negara selain “Nuclear
Weapon States” yang teridentifikasi memiliki senjata nuklir : India, Pakistan,
Korea Utara dan Israel
Nuclear Non- Proliferation Treaty (NPT)
• Pada bulan Juni 1968, Majelis Umum
PBB meresmikan NPT melalui Resolusi 2373.
• Pada bulan Juli 1968, NPT terbuka
untuk ditandatangani di Washington DC, London dan Moskow
• Pada bulan Maret 1970, NPT mengikat
secara penuh
• Saat ini ada 189 negara yang
menandatangani NPT.
• IAEA menjadi pengawas terlaksananya
NPT, di satu sisi menjamin uranium, plutonium dan fasilitas-fasilitas nuklir
lainnya dapat bermanfaat untuk kebutuhan sipil; di sisi lain mendeteksi perkembangan
teknologi nuklir untuk kepentingan militer.
NPT : Non-Proliferation
- NWS sepakat untuk tidak
mentransfer senjata nuklir atau peralatan militer nuklir lainnya
- NWS sepakat untuk tidak
mendorong dan membantu NNWS untuk mengembangkan senjata nuklir
- NWS sepakat untuk tidak
menggunakan senjata nuklir mereka pada NNWS, kecuali untuk merespon
serangan nuklir
- NNWS sepakat untuk tidak
menerima, membangun atau mendapatkan senjata nuklir
Perjanjian
AS dan Soviet tentang nuklir:
• SALT I (Strategic Arms Limitation
Talks) 26 Mei 1972 antara Richard Nixon dan Leonid Brezhnev.
• SALT II 24 Nopember 1979 antara Gerald Ford dan
Leonid Brezhnev.
• INF (Intermediate range Nuclear
Force = rudal jarak sedang), 29 Mei – 2 Juni 1988.
• START (Strategic Arms Reduction
Talks) tahun 91-93, jumlah senjata
nuklir diturunkan.
Perjanjian
internasional mengenai senjata nuklir:
- Perjanjian Antartika (The
Antartic Treaty), Jenewa 1 Des 1959
- Perjanjian Larangan Terbatas
Percobaan Nuklir, (Treaty Banning Nuclear weapon Tests in the Atmosfir,
in Outer Space and Under Water) 5 Agustus 1963
- Perjanjian Angkasa Luar, 27
Januari 67 “Treaty on Principles Governing the Activities of States in
Exploration and Use of Outer Space, Including Moon and Other Celestical
Bodies”
- Perjanjian Tlatelolco atau “Treaty
for the Prohibition of Nuclear Weapon in Latin America”, 14 Feb 67
- Perjanjian Non-Proliferasi
Senjata Nuklir (Non-Proliferation of Nuclear Weapons Treaty =NPT),
1 Juni 68
- Perjanjian Dasar Laut, 11 Feb
71“Treaty on the Prohibition of Emplacement of Nuclear Weapons and
Other Weapons of Mass Destruction on the Seabed, the Ocean Floor and in
the Sub-soil There of”